Filosofi Santap Mie dan Pantangan Makan Bihun saat Imlek

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 09 Februari 2021 18:03 WIB
Merayakan Imlek (Foto: HB In Restrospect)
Share :

Siu Mie memiliki tekstur kenyal, bentuknya panjang, dan rasa yang gurih. Pada umumnya, siu mie sengaja dihidangkan tanpa putus dari ujung awal hingga ke ujung akhir. Cara makannya pun unik, mie dimakan secara utuh tanpa digigit, sebab jika terputus memiliki makna yang tidak baik.

Sebagai gantinya, selama perayaan Imlek, masyarakat dilarang untuk memakan bihun, sebab melambangkan umur pendek. Selain pendek, bihun cenderung mudah hancur. Makanya, bihun tak pernah disajikan saat Imlek maupun perayaan warga Tionghoa lainnya.

Beberapa masyarakat Tionghoa lainnya juga menganggap bahwa makanan yang mudah hancur menyimbolkan karier, bisnis, maupun keuangan yang akan cepat menghilang. Warna putih pada bihun pun menjadi alasan lainnya.

Bagi warga Tionghoa, putih diartikan tidak memiliki sifat pekerja keras, memiliki kelemahan yang menonjol dalam menjalankan kehidupan. Bihun harus diganti dengan bakmi karena lebih panjang dan melambangkan panjang umur. Selain itu bihun juga bisa diganti dengan mi soa.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya