Mengetahui hal tersebut, si satpam langsung lari mencari tangga darurat. Berhasil, dia langsung buka pintunya dan segera menuruni anak tangga dari lantai 14 ke lantai dasar.
Sekuat tenaga dia mengerahkan tenaganya untuk bisa sesegera mungkin ada di lantai dasar dan keluar dari Menara Saidah. Karena di ruang tangga darurat biasanya menggema, setiap langkahnya mencipta bunyi yang kencang.
Rasa takutnya yang tinggi membuatnya menuruni anak tangga dengan cepat, tapi sebelum sampai di lantai dasar, dia keletihan. Akhirnya coba menarik napas sejenak di lantai 5. Jantungnya deg-degan ketakutan, badanya lemas, pikirannya mulai kabur.
Tapi, tak ada waktu lagi dia harus segera keluar. Sebelum akhirnya mulai menuruni anak tangga, satpam tersebut dikejutkan dengan suara gema langkah kaki yang sangat kencang dari arah atas ke bawah.
Ya, si satpam itu diikuti, entah oleh siapa. Suara itu sangat menakutkan dan seketika satpam tersebut turun tangga kembali. Ia benar-benar ketakutan. Keringatnya keluar, kakinya lemas, tapi sekali lagi, harus segera keluar.
Nyaris di lantai dasar, tepat di lantai 2, pegangan tangga yang sebelumnya besi mendadak melunak. Ya, pegangan tangganya berubah teksturnya. Tidak hanya itu, pegangan itu dingin sekali.