Satpam itu pun menengok ke arah belakang, memastikan apa yang terjadi dan yang dia lihat kosong. Tak ada sosok perempuan berbaju merah itu. Perasaan dan pikiran si satpam campur aduk, dia seorang diri menuju lantai 14.
'Ting'. Angka di atas pintu menunjukkan lantai 14. Pintu lift terbuka. Kakinya gemetar, jantungnya kencang sekali berdegup. Matanya melihat sekeliling dengan penuh ketakutan.
Di lantai 14 ini, menurut si satpam isinya kantor berkonsep kubikel atau sekat-sekat. Dalam kegelapan itu, dia kemudian melihat ada satu kubikel yang lampunya menyala.
Bukannya segera menutup pintu dan turun dengan lift, si satpam ini menuju kubikel menyala itu dibantu senter dari ponsel pintarnya. Beberapa detik kemudian, terdengar suara ketikan keyboard komputer.
Semakin didekati, suara itu semakin jelas. Entah apa yang ada di pikiran si satpam ini, dia benar-benar mendekat ke kubikel tersebut. Karena sekatnya lumayan tinggi, dia harus melihat dalam jarak dekat ada apa di dalam kubikel tersebut.
Hampir mendekati kubikel itu, tiba-tiba dia merasa ada tangan yang menepuk pundaknya. Sontak dia kaget dan ponselnya jatuh. Nahasnya, senternya menghadap lantai, alhasil dia berada di dalam kegelapan.
Sambil mencari ponselnya, dia pun ada di dalam kubikel tersebut dan tiba-tiba cahaya dan suara ketikan itu hilang ditelan kegelapan. Kubikel itu kosong.