“Kalau di psikologi ada satu teori ‘children see, children do’, apapun yang anak lihat, anak lakukan, dalam konsep ini berarti sebelum mencetak anak tangguh, orang tua dan guru dulu yang harus tangguh”, lanjut dia.
Bukan saja anak-anak, ditambahkan Wijaya Kusumah dari IG TIK- PGRI, tantangan pembelajaran jarak jauh juga dihadapi para guru. Maka itu, guru harus lebih banyak belajar beradaptasi dan berinovasi.
“Memang internet menjadi salah satu kendala dalam pembelajaran jarak jauh, tapi esensinya sebenarnya bapak ibu guru harus bisa menggunakan berbagai media seperti sms, telepon, email, atau untuk daerah yang sudah hijau dan bisa bertemu, bapak ibu bisa berkunjung, nama istilahnya ‘guling’ atau guru keliling”, pungkas Wijaya.
(Helmi Ade Saputra)