Kisah Pramugari Antar Makanan ke Penumpang Tak Kasat Mata di Kursi 22A

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis
Jum'at 29 Januari 2021 21:04 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Tapi Diva masih yakin bahwa bapak-bapak itu duduk di kursi 22A tersebut dan berusaha meyakinkan seniornya.

“Pas kita udah mau mendarat, aku cekin lagi penumpangnya ternyata bapaknya duduk di sana. Di kursi 22A. Bapaknya tidur ke arah jendela. Sampai nempel ke jendela gitu. Karena saking geregetannya, aku bilang ke junior aku ‘tuh ada kok bapaknya tidur di situ, coba sana di cek’ karena junior aku juga penasaran. Tapi pas dia cek dia bilang ‘enggak kok mbak nggak ada orang’”

Diva mengaku geram sekali saat itu dan bersama-sama mengecek dengan juniornya namun hasilnya nihil.

Setelah selesai mendarat dan penumpang telah sepi. Diva melihat bapak-bapak berbaju batik merah hati itu lagi.

“Di situ aku lihat bapak yang tadi aku lihat sepanjang perjalanan berdiri dari kursi sebelah mana aku nggak tau itu nomer berapa. Tapi bapaknya napak di tanah. Terus bapaknya berdiri sambil ngelihat ke belakang. Ngelihat ke arah aku sambil senyum, tapi senyumnya itu tulus banget," kata Diva.

Setelah dicek bersama-sama oleh semua kru kabin, ternyata kursi nomor 22A itu kosong tak ada penumpang. Jadi siapa bapak-bapak berbaju batik itu?

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya