Pakai ulang masker sekali pakai
tahukah Anda, sebanyak 44,2% partisipan mengaku memakai masker sekali pakai (disposable mask) berulang kali sebelum akhirnya dibuang. Padahal, seperti namanya masker itu dirancang hanya untuk satu kali pakai.
“Masker disposable itu hanya boleh dipakai sekali selama satu hati. Kemudian dibuang, karena masker ini cepat merusak kemampuan untuk menyaring partikel, membawa mikroorganisme dan jadi kotor,” ujar Profesor Jagdish Khubchandani, professor kesehatan masyarakat di New Mexico State University.
Tidak mencuci masker kain
10,6% partisipan kedapatan masih sering tidak langsung mencuci masker kain setelah digunakan bahkan hingga 2 pekan lamanya. Padahal seperti rekomendasi CDC, masker kain yang bisa dipakai berulang kali harus langsung dicuci setiap selesai digunakan.
Tidak menutupi hidung dan mulut
Banyak terlihat orang suka menurunkan maskernya ke area dagu kan? Menggunakan masker dalam durasi yang lama, tidak menjadikan pemakaian masker setengah-setengah ini jadi benar. Justru memakai masker tapi tidak menutupi hidung dan mulut adalah suatu kesalahan yang harus dihindari.
“Cara pakai half-mask ini benar-benar menghilangkan manfaat dari memakai masker. Masker digunakan harus secara aman, menutupi mulut dan hidung dengan aman setiap saat agar dapat digunakan secara efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar Anda, dari penularan virus,” tutur ahli imunologi Mark Fischer.
Salah cara penyimpanan
Cara bagaimana kita menyimpan masker juga sangat penting. Lokasi tempat kita menyimpan masker di rumah, seperti disebut ahli imunolog Chris Xu, idealnya ditempatkan di spot yang jauh dari orang lain, penghuni lain di rumah tersebut. Saat meletakkan masker, pastikan tangan sudah dicuci bersih dan hanya bagian tali masker yang tersentuh oleh tangan.
(Martin Bagya Kertiyasa)