Menurut ketua pemandu sorak itu, Kumi Asazuma, ia dan timnya telah melakukan kegiatan tersebut sejak 10 tahun yang lalu. Mereka ditugaskan untuk memberikan energi pada para penumpang kereta di pagi hari. Namun kali ini, mereka mendapat misi baru.
“Penyebaran virus corona tidak kunjung berhenti. Orang-orang kehilangan pekerjaan. Saya rasa ini adalah masa di mana orang-orang sangat menderita,” kata Azasuma yang juga bekerja sebagai pembawa acara dan presenter, kepada Reuters, Jumat (8/1/2021).
“Kami ingin memberikan senyuman dan semangat untuk menghibur orang. Kami melakukan ini dengan harapan orang-orang dapat merasa sedikit lebih baik,” imbuhnya.
Azasuma mengatakan, ia dan timnya rutin tampil pada hari Kamis di Kota Tokyo dan Jumat di prefektur Kanagawa. Namun dalam beberapa minggu ke depan, mereka sepertinya harus tampil scara daring setelah Pemerintah Jepang menetapkan kondisi darurat pandemi Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)