PANDEMI Covid-19 membuat semua orang bersatu untuk tetap saling menguatkan, serta menyelamatkan banyak nyawa. Misalnya Avraham Mintz dan Zoher Abu Jama, meski berbeda keyakinan kedua tenaga medis di Israel ini bersatu dan tetap berdoa bersama.
Dilansir dari laman Unilad, Mintz dan Abu Jama telah bekerja sebagai penanggap pertama di Israel selama pandemi, tepatnya menjadi anggota Magen David Adom (MDA), layanan darurat negara tersebut.
Pada Maret 2020 ini keduanya memeriksa seorang pria berusia 77 tahun, sebelum menanggapi panggilan mengenai seorang wanita berusia 41 tahun yang mengalami masalah pernapasan di kota Be'er Sheva, Israel selatan sebelum gambar itu diambil oleh salah satu dari mereka.
Saat itu mendekati pukul 18.00, mereka punya sedikit waktu untuk bernapas lega. Oleh karenanya Mintz dan Abu Jama mengambil kesempatan untuk beribadah.
Mintz adalah seorang Yahudi, meletakkan syal hitam putihnya di pundaknya dan berdiri menghadap Yerusalem. Sementara Abu Jama, seorang Muslim yang taat. Ia berlutut di atas sajadah berwarna merah marun dan putih menghadap kiblat di Kota Makkah.
Mintz dan Abu Jama secara rutin bekerja bersama dua atau tiga kali dalam seminggu. Sehingga ketika harus beribadah bersama bukanlah pengalaman baru bagi mereka, dan setelah 15 menit mereka kembali ke ambulans dan kembali bekerja.
Momen menarik ini pun diabadikan oleh seorang rekan kerja mereka, mengambil foto ketika Mintz dan Abu Jama sedang berdoa dan membagikannya secara online. Sejak itu, foto tersebut menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
Foto itu telah diposting ulang ribuan kali di Twitter dan Instagram, dan banyak pengguna media sosial memuji adegan 'menyentuh' dan 'indah' tersebut.
A beautiful photo that shows how Israelis come together in a time of crisis.
MDA's staff and volunteers may come from different religions and backgrounds, but all of them are integral and committed to helping Israelis fight #coronavirus #Israel #Covid_19 pic.twitter.com/f7WaBcvaNz— Magen David Adom (@Mdais) March 24, 2020
A beautiful photo that shows how Israelis come together in a time of crisis.
MDA's staff and volunteers may come from different religions and backgrounds, but all of them are integral and committed to helping Israelis fight #coronavirus #Israel #Covid_19 pic.twitter.com/f7WaBcvaNz— Magen David Adom (@Mdais) March 24, 2020
"Caught on Camera: selingan doa di tengah hari yang sibuk oleh paramedis #Jewish dan #Muslim @Mdais yang nantinya akan terus berjuang bersama #CoronaVirus. Foto yang menyentuh, bukan?" Kata seorang pengguna Twitter.
Abu Jama mengatakan, dalam hal keyakinan dan kepribadian, semua percaya pada hal yang sama dan memiliki kesamaan.
"Saya percaya dia adalah orang yang memberi dan menerima perasaan terhormat dan itu penting. Saya percaya bahwa Tuhan akan membantu kita dan kita akan melewati ini. Kita semua harus berdoa kepada Tuhan untuk membantu kita melewati ini, dan kita akan melewati krisis dunia ini," katanya.
Begitu juga dengan Mintz, menurutnya seluruh dunia tanpa melihat keyakinan yang dianut, bersama-sama berdoa untuk melewati cobaan ini.
"Semua orang takut dengan virus. Begitu pula kita, tetapi kita memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu di bawah kendali Tuhan, terpujilah Dia. Kami berdua percaya ini," terangnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)