Meski Pandemi, Pasien Diabetes Wajib Kontrol untuk Tekan Risiko Kebutaan

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 14 Desember 2020 14:56 WIB
Pasien diabetes (Foto: Medical News Today)
Share :

Terkait dengan Retinopati Diabetik, penyakit itu terjadi saat kadar darah yang tinggi merusak pembuluh darah di retina mata. Pembuluh darah tersebut akan bocor sehingga muncul bintik-bintik perdarahan di retina dan kalau sudah terjadi, muncullah gangguan penglihatan yang kabur hingga buta permanen.

Diterangkan Ahli Mata Prof. dr. Arief S. Kartasasmita, SpM (K), PhD, kerusakan pada retina ini sering tidak dirasakan pasien terutama di fase-fase awal penyakit. Karena itu, banyak pasien yang datang berobat pada keadaan yang sudah lanjut.

"Perlu diingat, kondisi ini akan bersifat permanen jika tidak segera ditangani dengan tepat. Jadi, meski masih pandemi, pasien DM diimbau tetap melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku," terang Prof Arief.

Ia menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan guna memastikan penyakitnya tetap terkendali, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya perburukan penglihatan.

Hal senada diungkapkan Ketua PERDAMI dr M. Sidik, SpM(K). Menurutnya, sosialisasi mengenai risiko gangguan penglihatan pada pasien DM harus terus dilakukan meski pandemi.

"Selain mengandalkan skrining di puskesmas, klinik, dan rumah sakit, edukasi mengenai risiko buta akibat Diabetes Mellitus ke masyarakat harus terus dilakukan untuk menekan angka kasus di Indonesia," tambah dr Sidik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya