Setelah menunggu selama 21 tahun, akhirnya mereka diberi jawaban. Sebagai saksi kehidupannya, Dokter Benny mengatakan, hal ini bukanlah hal yang mudah. "Di sepanjang rentang waktu ini mereka saling mendukung dan menguatkan agar tidak patah harapan."
Untuk akses ke tempat dokternya berada pun, Su’udiyah dan Somidi harus menempuh enam jam perjalanan. Berangkat pukul 2.00 dini hari dari Surabaya ke Sumenep. Ini berlangsung sepanjang ritual bayi tabung dan kedatangannya mesti tepat waktu.
Pasangan yang diketahui sehari-harinya berjualan keripik singkong ini, setidaknya bolak-balik konsultasi ke dokter selama setahun. Sampai akhirnya, ketika sang istri berhasil hamil, ia masih ingat momen penuh haru tersebut.
"Tidak banyak kata, tapi penuh tetesan air mata bahagia,” jelas Dokter Benny.
Sontak kisah ini banyak menarik perhatian netizen. Banyak akun yang ikut membagikan unggahan tersebut dan semuanya dibanjiri komentar positif.
“Dookkk saya bacanya ikutan terharu sampe nangis bombay ð Tuhan terus gunakan tangan dok ben ya buat nolongin yang lain yang sedang berjuang juga. God bless dok! Sehat2 yaa,” ujar @florenciawijxxx.