Demikian juga adanya serangan hama penyakit seperti diplodia dan phytophthora. Serta merosotnya nilai ekonomi buah jeruk karena rendahnya kualitas dan kuantitas buah jeruk. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil belum maksimal.
Populasi tanaman jeruk keprok perhektare sekitar 250-300 pohon. Namun, kondisi saat ini baru bisa memproduksi 68 kuintal per hektare, jauh dari produksi optimal sekitar 200 kuintal per hektare.
Bangun pusat penelitian
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap membangun pusat penelitian dan pengembangan (litbang) ataupun sekolah petani dalam upaya mengembalikan kejayaan jeruk keplok Selayar. Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengatakan Pemprov juga akan melibatkan para tenaga ahli untuk melakukan pendampingan kepada petani agar hasil panennya bisa sesuai yang diharapkan.
Gubernur mengaku fokus meningkatkan kualitas buah-buahan khususnya jeruk, demikian juga tampilan yang selama ini menjadi keluhan. "Provinsi punya lahan, di sini akan kita bangun Litbang, kita akan bangun sekolah petani, khusus memberikan skill petani dalam rangka perawatan jeruk, pemupukan dan info teknologi," ujarnya.
Setelah melakukan peninjauan, gubernur menemukan permasalahan yang perlu dibenahi. Yang utama hama, air dan bibit. "Saya ingin betul-betul jeruk Selayar ini mulai dari pengendalian hama, pemupukan sampai rekayasa teknologi kita sangat diperhatikan," ujarnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo mengatakan para petani akan di didik melalui sekolah vokasi yang akan dibangun Pemprov Sulsel di daerah itu. Ia menjelaskan, para petani ini akan diberikan pemahaman baik dalam pengunaan pupuk, pemilihan bibit unggul hingga penanganan lahan pasca panen.
Selain itu, Pemprov juga sudah menyiapkan berbagai program pengembalian kejayaan keprok Selayar, dimulai dengan pengunaan bibit asli Selayar. Kemudian melakukan kajian plasma nutfah untuk mendapatkan sumber bibit unggul khas Selayar, serta membangun instalasi kebun benih dan kebun plasma nutfah.
Demikian juga penyempurnaan rekomendasi teknologi tepat guna dan budidaya tanaman, melakukan daerah percontohan atau mengembangkan pertanaman jeruk keprok Selayar, berskala kawasan 50-100 hektar per kawasan.
Begitupun dengan pengembangan jeruk Selayar sebanyak 9.000 pohon. Juga sudah ditetapkan 300 pohon induk dan akan menjadi batang bawah Selayar. Setiap pohon bisa membibitkan sampai 300 ribu pohon pertahun.
Untuk penetapan calon petani dan kawasan pengembangan sudah ada seluas 100 hektare serta penyiapan kawat duri sebanyak 1.300 rol. Pihaknya juga telah membantu petani jagung seluas 688 hektare untuk pakan ternak di Selayar serta kacang hijau seluas 100 hektare.
"Rancangan kegiatan untuk tahun 2021, akan mencoba membangun sarana pengairan berupa embun, screen house pembibitan jeruk, dan pengadaan bibit jeruk keprok Selayar dan pengadaan sarana kawat duri,"ujarnya.