Selayar, Pulau Indah Bersiap Jadi KEK Pariwisata dan Kembalikan Kejayaan Jeruk

Antara, Jurnalis
Kamis 26 November 2020 06:02 WIB
Pantai di Kepulauan Selayar (Instagram @kemenparekraf.ri)
Share :

JIKA menyebut nama Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, satu hal yang mungkin langsung tersirat dalam pikiran yakni satu daerah yang dianugerahi keindahan alam nan memesona. Selayar sudah diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Keberadaan Taman Nasional Takabonerate yang begitu kesohor, bisa menjadi salah satu bukti untuk sedikit menggambarkan bagaimana potensi wisata maritim yang dimiliki Kepulauan Selayar.

Namun di zaman milenial saat ini, mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui jika Kepulauan Selayar juga sempat menjadi pusat perbincangan di masyarakat.

Baca juga:  Pesona Harau Valley, Lembah Indah Mirip Yosemite California di Sumbar

Selayar sempat menjadi buah bibir pada tahun 70-80an dengan keberadaan jeruk Selayar. Buah ini menjadi begitu populer karena memiliki rasa yang khas dengan balutan warna yang cerah. Namun dalam perjalanan waktu, popularitas jeruk Selayar berangsur sirna.

Meski menjadi komoditi yang secara ekonomi begitu menggiurkan, namun serangan penyakit yang tanpa "obat" memaksa para petani sedikit demi sedikit mulai meninggalkan.

 

Pulau Selayar

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengakui keunggulan jeruk Selayar ini. Jeruk Selayar sangat identik dengan cita rasa spesifik yaitu manis segar dengan rasa asam di ujungnya, serta aromanya harum.

Tekstur dagingnya juga padat dan karakter kulit yang mudah memisah dari bagian dalam jeruk. "Belum dimakan, baru dibuka aromanya itu sudah menyebar kemana-mana, itulah kelebihan jeruk Selayar," sebutnya.

Pada 2019, Gubernur menyampaikan langsung keinginannya untuk bisa mengembalikan kejayaan jeruk Selayar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia ingin kejayaan produksi dan kualitas jeruk ini kembali meningkat. Gubernur menjelaskan, strategi cetak biru atau blue print pertanian jeruk keprok di Selayar.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu sekaligus mengajak para pengusaha ikut kontribusi, salah satunya dengan membantu bibit.

Saat ini Selayar juga diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Jika ini betul-betul berkembang, bukan hanya jeruk yang dikembangkan tetapi berbagai macam buah-buahan lainnya.

"Sehingga jeruk-jeruk kita menjadi jeruk bukan hanya kebutuhan Indonesia. Tetapi, kalau perlu diekspor daripada kita diserang oleh buah-buah impor," harapnya.

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo, menjelaskan, jeruk keprok Selayar dikenal juga dengan nama Munte Cina merupakan unggulan Kepulauan Selayar yang sudah cukup lama dibudidayakan, yaitu sejak Tahun 1925.

Baca juga:  Deretan Pantai-Pantai Eksotis di Bali Selatan, Pesonanya bak Surga

Tanaman jeruk keprok Selayar mengalami kejayaan Tahun 70-an. Saat itu, produksi sangat melimpah dengan harga yang kompetitif. Banyak petani di Kepulaun Selayar yang menghidupi keluarganya, menyekolahkan anak-anaknya dari tanaman jeruk.

Namun sangat disayangkan, kejayaan jeruk keprok Selayar pada saat ini sudah mulai hilang dengan terjadinya penurunan luas pertanaman, produksi dan produktivitas.

Penyebabnya adalah sistem budidaya tanaman yang masih belum menerapkan tenologi tepat guna (penggunaan bibit yang sehat, pemupukan, pengairan dan pengendalian). Kesuburan dan kesehatan tanah yang semakin menurun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya