Ini Alasan Banyak Jam Tangan Palsu, Efek Tuntutan Jaga Image?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2020 19:03 WIB
Ilustrasi (Foto : Medium)
Share :

Jika kita masuk ke pusat perbelanjaan, salah satu barang yang paling banyak dijajakan adalah jam tangan. Benda yang satu ini kini fungisnya bukan cuma sekadar alat penunjuk waktu, tetapi sudah bagian dari gaya hidup.

Ya, banyak orang menunjukkan status sosialnya lewat jam tangan yang dikenakan. Meski bagi orang awam, mereka sulit menebak apakah itu barang asli atau palsu, yang penting merek terpampang nyata.

Hal ini diakui Paul Cahyadi, CEO Machtwatch, bahwa fenomena pergeseran substansi penggunaan jam tangan itu nyata adanya. "Jadi, dulu mungkin jam tangan sekedar alat penunjuk waktu, tetapi sekarang menjadi penunjuk status sosial," paparanya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, belum lama ini.

Ia melanjutkan, jam tangan sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Sebagian brand jam tangan bahkan telah menjadi salah satu instrumen investasi karena nilai jual yang tinggi. Karena itu, nilai merek itu sendiri menjadi hal yang penting bagi pemilik jam tangan.

"Mengikuti perkembangan era digital, membeli jam tangan jadi semakin mudah berkat banyaknya pilihan platform belanja online. Tapi, kemudahan itu menjadi pisau bermata dua. Seller jam tangan terlalu sporadis sehingga masyarakat kesulitan menemukan produk yang sesuai," ungkapnya.

Baca Juga : 5 Gaya Hijab Nyentrik ala Fatin Shidqia, Gemesin Banget!

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya