"Jadi, bukan soal usia menikah, tapi, apakah Anda menikah dan punya anak, tapi tidak mau menyusui. Kelompok yang seperti itu terbukti rentan kanker payudara," paparnya.
Prof Aru menambahkan, seorang ibu yang menyusui bayinya risiko terkena kanker payudaranya menurun jauh. Ini membuktikan bahwa pemberian ASI ekslusif memang bermanfaat bukan hanya untuk si bayi, tapi si ibu juga.
Lalu, apakah ibu dengan kanker payudara boleh memberikan ASI? Prof Aru menjawab, harus dilihat kasus per kasus, tidak bisa dijawab secara general.
Baca juga: Intip Gaya Jessica Iskandar Pakai Dress Kuning, Netizen: Mantul Cantiknya!
"Intinya, kalau si ibu memang masih dalam pemberian obat, kami akan anjurkan untuk tidak memberikan ASI, karena dalam ASI-nya terkandung obat-obatan yang dikonsumsi si ibu dan bisa berbahaya jika masuk ke tubuh bayinya," jawabnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)