Serupa dengan pernyataan dr Sonia, pakar kecantikan di Face Haus di New York City, Dylan Mustapich, menjelaskan juga bahwa masker memang menjadi penyebab masalah mascne yang banyak dikeluhkan orang-orang saat pandemi.
"Ketika seseorang menggunakan masker, berarti dia menghalangi kelembapan kulit wajah untuk keluar. Ini lantaran, kulit yang tertutup masker jadi lebih lembap dan membuat bakteri penyebab jerawat dapat berkembang biak," tuturnya, menurut laman Wired.
Situasi ini sama halnya dengan mereka yang rutin menggunakan helm. Biasanya, area dekat telinga si pemakai helm, cenderung berjerawat. Ini terjadi karena kotoran, minyak, dan keringat si pengguna helm terperangkap di dalam pori-pori dan menciptakan lingkungan kondusif bakteri berkembang biak.
Nah, jika dr Sonia menyarankan untuk tidak pakai pewangi maupun pelembut pakaian, Dylan menambahkan tips lainnya yaitu jangan stres. "Bagaimanapun pandemi ini membuat banyak orang stress. Tapi perlu diingat stres juga bisa jadi pemicu jerawat. Saran saya, tetap berpikiran santai meski dihadapkan pada pandemi," tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)