Sosiolog: Menjalankan Protokol Kesehatan Enggak Boleh karena Paksaan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 24 Juli 2020 20:35 WIB
Disiplin patuhi protokol kesehatan kunci cegah Covid-19 (Foto : Okezone)
Share :

Tak bisa dipungkiri, kondisi new normal seperti sekarang ini menuntut masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Ya, kebiasaan baru itu kini sudah jadi 'makanan sehari-hari'.

Makanya, jangan heran kalau Anda kini menemukan banyak orang yang rajin cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker di luar ruangan, pun menjaga jarak aman. Ini semua merupakan bukti bahwa masyarakat memang sudah mulai menjalani hidup sehat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Menjadi hal positif juga bahwasanya masyarakat sekarang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan diri pun lingkungan. Efek seperti ini diharapkan bisa terus dipertahankan dan jadi budaya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sosiolog Universitas Airlangga Prof. Dr. Bagong Suyanto mengatakan, kebiasaan baru yang muncul saat situasi pandemi ini harus didasarkan atas kesadaran masyarakat sendiri dan tidak bisa dipaksakan.

"Pemerintah mengharapkan protokol kesehatan yang dibuat (kebiasaan baru) kan bukan dilakukan karena terpaksa, tapi, dilakukan karena kesadaran, rasa tanggung jawab masyarakat sendiri," ujar Prof. Bagong saat dialog di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Jumat (24/7).

Baca Juga : Tak bisa dipungkiri, kondisi new normal seperti sekarang ini menuntut masyarakat menjalankan protokol kesehatan

Lebih lanjut, Prof. Bagong juga menjelaskan, pemerintah telah melakukan upaya untuk membantu masyarakat dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut melalui aturan-aturan hukum yang telah berlaku dan yang terpenting adalah dengan cara persuasi.

"Jadi yang kami pahami, mereka juga korban itu, korban COVID-19, tidak mungkin kita meminta mereka mengembangkan budaya baru, cara hidup baru, perilaku yang baru, hanya dengan ancaman sanksi," jelas Prof. Bagong.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya