Efek Pandemi, Berlian Miliaran Rupiah Bakal Dibuang Sia-Sia

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 11 Juni 2020 04:20 WIB
Ilustrasi (Foto : Businessinsider)
Share :

Pandemi Covid-19 membuat roda perekonomian tak berputar dengan lancar. Pemasukan yang menipis membuat sebagian orang memikirkan dengan bijak penggunaan uang. Alhasil, perhiasan mahal pun tak laku di pasaran.

Bahkan, pemasok berlian siap menerima kenyataan bahwa perhiasan yang mereka bikin akan terbuang sia-sia. Itu semua karena produk terus berjalan, tapi pembeli semakin menipis.

Menurut laporan Hypebeast, salah satu produsen perhiasan mahal De Beers yang berbasis di Botswana, Afrika Selatan, mesti merugi hingga Rp5 triliun. Angka ini didapat dari penjualan tahunan di bulan yang sama, pada 2019 perusahaan ini meraup keuntungan sebesar Rp5,7 triliun, sedangkan tahun ini hanya Rp493 miliar.

Meski merugi besar, produsen ini tak mengubah harga berlian di pasaran. Padahal, beberapa produsen lain sudah menurunkan harga yang cukup jauh supaya roda perekonomian tetap berjalan.

Mengetahui fakta ini, pemasok berlian pun mesti membatasi stok produksi berlian kasar. Di sisi lain, dengan melakukan tindakan tersebut akan memengaruhi harga berlian di pasar.

Sementara itu, menurut laporan The Cut, di tengah kesusahan ekonomi seperti sekarang, orang kaya malah menghambur-hamburkan uang hingga miliaran rupiah hanya untuk bisa membeli berlian super mahal.

Fakta ini diungkapkan Bloomberg, orang kaya tak terpengaruh sama sekali oleh pandemi COVID-19, bahkan mereka semakin banyak mengeluarkan uang untuk jajan perhiasan mewah.

(Baca Juga : Pesona Indah Kalalo yang Bangga Berkulit Cokelat Asli Indonesia)

Menurut rumah lelang Sotheby, perkiraan pengeluaran orang kaya belanja berlian sepanjang Maret hingga April mencapai $5,7 juta atau sekira Rp89,1 miliar. Tetapi, informasi lain mengatakan, kenyataannya orang kaya mengeluarkan uang di tengah pandemi COVID-19 untuk belanja perhiasan mencapai $6,1 juta atau sekira Rp95,4 miliar.

"Apa yang kami temukan ialah sesuatu yang berkualitas baik, tetap berjalan dengan baik," kata Catharine Becket, seorang spesialis perhiasan mewah di New York. Ia pun membenarkan kalau pembelian perhiasan mewah malah meningkat di tengah pandemi COVID-19.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya