Pada usia 18 tahun, Panprapa menjadi runner-up di ajang Miss Teen Thailand. Dua tahun kemudian (2008), Panprapa berhasil mewujudkan impian masa kecilnya. Dia dinobatkan sebagai Miss Thailand di usia 20 tahun.
"Saya memilih untuk belajar kedokteran karena saya ingin melayani masyarakat. Saya tertarik untuk menjadi juru bicara juga, karena saya ingin mengekspresikan diri saya dan percaya komunikasi itu penting, bahkan untuk dokter," katanya.
Panprapa kemudian melanjutkan studinya di bidang dermatologi di Chulabhorn International College of Medicine, Universitas Thammasat. Dia juga bergabung dengan Program Beasiswa Dermatologi di Mount Sinai Medical Center di New York.
Tak hanya di bidang kesehatan, Panprapa dilaporkan memiliki segudang pengalaman di bidang jurnalistik saat menjadi new anchor di saluran MCOT HD 30.
Satu minggu sebelum terpilih menjadi juru bicara CCSA, Panprapa bergabung dengan tim Kementerian Kesehatan Thailand untuk memberikan vaksin flu ke Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn.
(Helmi Ade Saputra)