Kematian gajah berusia 15 tahun itu terungkap pada 27 Mei 2020 ketika seorang petugas hutan, Mohan Krishnan menulis di akun media sosial Facebook setelah menyaksikan kematian menyedihkan gajah tersebut di sungai.
Laporan awal menyebut bahwa gajah tersebut mati setelah memakan nanas yang diisi dengan dinamit. Namun laporan post mortem terbaru mengatakan bahwa buah yang digunakan untuk perangkap tersebut adalah kelapa sementara luka-luka yang dimiliki gajah tersebut sudah ada sejak dua minggu. Pada saat gajah itu mati, yang tersisa dari tubuhnya hanyalah kerangka.
Gajah malang itu kabarnya bergegas ke Sungai Velliyar di dekat hutan hujan Silent Valley setelah memakan buah yang penuh dengan peledak. Ia berdiri di dalam sungai selama beberapa hari dengan belalai dan kepalanya yang terbenam di air dalam upaya untuk merawat luka-lukanya.
(Dewi Kurniasari)