Masa-masa menyelesaikan skripsi adalah salah satu momen paling krusial ketika kuliah. Terlebih para mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi saat masa pandemi Covid-19.
Perjuangan menyelesaikan skripsi di era new normal dengan segala protokol baru karena pandemi Covid-19 merupakan perjuangan yang cukup berat. Tantangan yang dihadapi para mahasiswa yang sedang skripsi di era new normal memang lebih sulit.
Tantangan yang dihadapi tak hanya soal mengumpulkna materi data. Namun juga perlakukan dingin dari masyarakat.
Misalnya pengalaman Edgar, mahasiswa tingkat akhir ilmu jurusan Teknik Biologi, salah satu universitas negeri di Jakarta satu ini. Edgar mengisahkan, meski sedang pandemi dia tetap harus mencari dan mengumpulkan data langsung.
Namun faktanya, karena pandemi dia di lapangan sempat menerima perlakuan kurang menyenangkan.
“Waktu itu penelitian untuk ambil data di salah satu kota di Jawa Barat. Nyatanya pas di sana, jadi susah sosialisasi sama warga setempat. Mereka tanya saya dari mana, dijawab dari Jakarta lalu orang-orang langsung ngejauh. Tadinya ngobrol dekat, langsung minggir menjaga jarak,” curhat Edgar saat dihubungi belum lama ini.
Situasi new normal dengan segala aturan protokol ini, terang Edgar, membuat energinya terkuras. Sebab mereka harus menempuh perjalanan pulang pergi Jawa Barat-Jakarta dengan mengendarai kendaraan sendiri.
“Penelitiannya satu bulan, ke sana bawa motor. Haduh kalau enggak, pulangnya bingung kan karena takut, akses masuk ke Jakarta banyak yang dijaga,” tambahnya.
Senada dengan Edgar, tantangan tentang pembatasan jarak juga menjadi masalah yang harus dihadapi Putra, mahasiswa tingkat akhir Ilmu Jurusan Teknik Perminyakan salah satu universitas negeri di Jakarta.