Seekor gajah yang sedang hamil di Kerala, India tewas mengenaskan setelah makan nanas yang diisi dengan petasan. Gajah tersebut mati dalam kondisi berdiri di Sungai Velliyar, Palakkad, Kerala, India.
Kejadian ini membuat warga setempat melampiaskan kemarahan dan kekhawatiran mereka di seluruh media sosial. Sebelumnya beredar kabar bahwa gajah malang tersebut mati akibat diberi makan nanas yang diisi petasan berdaya ledak tinggi oleh warga.
Ketika salah satu media lokal India menghubungi Petugas Dinas Kehutanan untuk mengonfirmasi hal tersebut, ternyata tidak benar. Petugas tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa ada warga yang memberi makan nanas berisi jebakan kepada gajah.
Dia menyatakan, nanas yang diisi dengan petasan umum digunakan sebagai perangkap menangkap babi hutan.
"Tidak ada warga yang memberi makan nanas kepada gajah. Hewan itu pasti menemukan nanas berisi petasan itu di suatu tempat. Lalu si gajah memakannya tanpa tahu di dalamnya berisi petasan dengan daya ledak tinggi," jelas petugas tersebut, sebagaimana dilansir Ibtimes, Kamis (4/6/2020).
Petugas tersebut juga menyatakan, ada sekelompok warga yang biasa membuat perangkap atau jebakan khusus untuk menangkap satwa liar. Mereka menganggap satwa liar sebagai ancaman terhadap harta benda dan ketentraman hidup warga. Insiden seperti itu memang kerap terjadi, terutama ketika habitat satwa liar semakin terdesak karena bersinggungan dengan wilayah hunian warga.
Ia menambahkan bahwa babi hutan sering merusak tanaman warga di daerah tersebut. Maka warga menggunakan jerat maupun jebakan guna melindungi pertanian dan tanaman pangan mereka. Tahun ini, dilaporkan, pemerintah India akan mengizinkan para petani menggunakan senjata api berlisensi untuk menembak babi hutan yang berkeliaran di sekitar wilayah pertanian mereka.
Problemnya, warga tidak membatasi jerat mereka hanya pada babi hutan. Karena telah terjadi beberapa insiden ketika harimau, macan tutul dan hewan lain menjadi korban dari perangkap yang ditempatkan secara sembarangan di sekitar peternakan, kebun kopi, yang berdekatan dengan habitat satwa liar.