New Normal Tak Hanya Soal Fisik, Tapi Juga Mental

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 28 Mei 2020 20:31 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Jika bicara mengenai psikis, maka akan dihadapkan pada risiko hadirnya New Normal itu sendiri. Seperti yang diterangkan Psikolog Klinis Meity Arianty, setiap keputusan akan ada risikonya, apalagi keputusan tersebut menciptakan perubahan perilaku.

"Risiko selalu ada, ya, namanya juga perubahan. Nah, kebanyakan masyarakat kita kurang suka dan selalu merasa sulit setiap kali berhadapan dengan situasi baru, mungkin karena kita lama dijajah sehingga saat berada di zona nyaman kita suka memberontak dulu awalnya," paparnya pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (28/5/2020).

Sikap demikian juga dipercayai Mei, sapaan akrabnya, yang membuat masyarakat lebih banyak protes ketimbang mendengar, mengamati, melihat, menjalani, ataupun merasakan. "Tapi, berjalannya waktu, masyarakat kita akan menerimanya," sambungnya.

Menyikapi datangnya New Normal berarti masyarakat mesti siap dengan perubahan kehidupan yang diterapkan dalam upaya pencegahan COVID-19. Beberapa orang tak siap menjalaninya, itu wajar menurut Mei.

Sebab, di situlah proses perubahan terjadi, akan ada penolakan. Tapi, sejalannya waktu akan terbentuk proses latihan dan kebiasaan itu akan jadi hal normal.

"Saat proses menerima dijalankan dan terjadi proses panjang, pada akhirnya masyarakat akan beradaptasi dan mereka akan menerima proses itu sebagai bagian dari hal yang harus diterima," terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya