Mengobati rasa rindu sekaligus bernostalgia
Lebih lanjut Adam menjelaskan, keputusan timnya untuk meluncurkan layanan drive-in cinema tidak terlepas dari animo masyarakat yang begitu besar. Selain mengobati rasa rindu, drive-in cinema juga dapat dijadikan sebagai media untuk bernostalgia.
"Kondisi sekarang kan semua serba dibatasi, dan drive-in cinema ini posibilitynya agak besar. Toh di tahun 70-an juga sudah pernah ada di Ancol dan di Surabaya. Jadi kemungkinan banyak yang kangen juga," kata Adam.
Sementara untuk generasi milenial, Adam menambahkan, drive-in cinema bisa menjadi hiburan tersendiri untuk melepas rasa penat setelah hampir dua bulan menjalani Work From Home (WFH) dan isolasi mandiri di rumah.
Persiapan
Untuk persiapannya sendiri, sejauh ini Adam mengaku bahwa pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk menggelar layanan drive-in cinema di Jakarta. Sembari menunggu, dia menyiapkan sejumlah peralatan yang nantinya akan digunakan sebagai modal utama.
"Yang sudah pasti pakai LED outdoor dan projector. Kemudian untuk audionya, kami masih melakukan trial and error untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sejauh ini pilihannya melalui frekuensi radio dan bluetooth audio. Tapi masih terus kita gali, masih dicari paling sedikit kemungkinan delaynya," kata Adam.