BANYAK orang terutama orangtua milenial, membuat akun media sosial untuk anak mereka. Mereka pun mengunggah keseruan si buah hati baik dalam bentuk foto maupun video.
Memang, menyajikan momen tersebut ke media sosial nampak sangat normal, terutama di masa kini. Tapi hati-hati, karena tanpa sadar hal ini bisa menimbulkan dampak negatif untuk anak Anda.
Ya, karena tanpa disadari kegiatan seperti itu dapat membuat anak rentan terhadap bahaya dan pengaruh dari luar. Banyak orang yang menyukai melihat foto-foto bayi, tetapi ternyata menimbulkan bahaya seperti predator online dan mengganggu privasi anak Anda.
Nah, jika Anda sering membagikannya, disarankan untuk berhati-hati dan tidak membagikannya ketika momen-momen berikut. Apa saja itu? Yuk disimak.
Tidak aman
Jika Anda berpikir dua kali sebelum membiarkan anak Anda menyentuh sebotol bir atau menyembunyikan rokok, Anda juga harus berpikir dua kali sebelum memposting gambar seperti di tempat mereka berada.
Detail pribadi
Jika Anda mengunggah gambar anak yang memenangkan penghargaan di sekolah mereka atau gambar tempat tinggal saat Anda pergi, berhati-hatilah. Anda membuat predator dan penculik dengan mudah menargetkan anak-anak.
Mempermalukan mereka
Selalu ingat bahwa anak-anak membangun rasa percaya diri dan harga diri mereka di tahun-tahun pertama mereka. Meskipun Anda mungkin berpikir bahwa anak itu terlalu kecil untuk dipahami, tetapi ketika Anda mempermalukan mereka atau menyebutnya gemuk atau hitam, mereka dapat menderita masalah kepercayaan diri di kemudian hari.
Saat sakit atau terluka
Foto saat anak sedang sakit mungkin akan mengundang simpati orang yang melihatnya, tetapi ingat itu mungkin bukan hal yang tepat untuk dilakukan. Orangtua yang memposting foto anaknya saat mereka sedang sakit, tujuannya adalah hanya mempromosikan dirinya.
Menurut seorang pakar pengasuhan anak, hal tersebut akan memberikan dampak ketagihan karena orangtua yang mengunggahnya akan kebanjiran komentar.