Pada akhir pekan, Rumah Sakit Umum Watford meminta semua pasien kecuali wanita yang hendak melahirkan, untuk menjauh dari rumah sakit sampai pemberitahuan lebih lanjut. Rumah sakit menyatakan insiden kritis ini sebagai akibat dari "masalah teknis".
Dengan keterbatasan peralatan oksigen, rumah sakit mendesak pasien untuk pergi ke fasilitas medis lainnya. Alagos yang berasal dari Watford, diyakini tidak memiliki masalah medis pada dirinya.
Perawat muda itu lahir di Filipina tetapi pindah ke Inggris waktu masih anak-anak dan berstatus sebagai warga negara Inggris. Seorang juru bicara Rumah Sakit Umum Watford menggambarkan Alagos sebagai orang yang “sangat populer".
“Staf kami sepenuhnya diberi penjelasan tentang gejala COVID-19. Kami tidak akan pernah mengharapkan siapa pun untuk tetap bekerja jika mereka menunjukkan gejala-gejala ini atau memang tidak sehat dengan cara apa pun,” terangnya.
Lebih lanjut, sang juru bicara mengatakan kalau rumah sakit terus memperbarui seluruh staf dengan pedoman APD terbaru. Ini untuk memastikan mereka memiliki tingkat perlindungan yang tepat.
Kepala Petugas Keperawatan, Ruth May memberi penghormatan kepada rekan-rekannya perawat yang telah meninggal setelah tertular COVID-19. Ia mengaku khawatir akan ada lebih banyak korban yang berjatuhan akibat pandemi ini.
Dua perawat lainnya yakni, Aimee O'Rourke berusia 38 tahun dan Areema Nasreen berusia 36 tahun, juga meninggal dunia setelah merawat pasien COVID-19.
"Mereka adalah salah satu dari kami. Mereka adalah salah satu dari profesi saya, dari keluarga NHS. Saya khawatir akan ada lebih banyak korban dan saya ingin menghormati mereka hari ini serta mengakui layanan mereka," ucap May.
(Helmi Ade Saputra)