3 Teori Konspirasi di Balik Virus Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Sabtu 21 Maret 2020 09:30 WIB
Teori Konspirasi di Balik Wabah Corona
Share :

Selain teori konspirasi yang tidak didukung fakta-fakta kuat di atas, wabah corona juga memunculkan peristiwa-peristiwa unik dengan klaim memiliki manfaat mencegah atau bahkan menyembuhkan corona, di antaranya :

1. Menghirup kokain, minum alkohol atau urine sapi dapat mencegah COVID-19

Sebagai salah satu ibukota kokain di Eropa, Inggris menyebut benda berwarna putih itu tidak dapat melindungi manusia dari COVID-19. Teori ini mulai menyebar melalui Tweet viral dan akhirnya muncul dari pemerintah Prancis.

Orang lain di media sosial telah mengisyaratkan minuman keras sebagai tindakan pencegahan dari COVID-19. Tapi nyatanya minuman keras dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah, jadi hal yang terbaik adalah tidak mencoba dan menggunakan minuman keras secara profilaksis.

Satu-satunya penggunaan alkohol dalam mencegah diri Anda dari menularkan penyakit adalah menggunakannya untuk mencuci tangan. Di India terdapat pesta meminum kencing sapi yang terdiri dari 200 orang diselenggarakan oleh sebuah kelompok di India. Mereka meyakini kencing sapi dapat menangkal corona.

2. Minyak kelapa adalah obatnya

Saat ini tidak ada obat untuk COVID-19, pasien hanya diberikan pengobatan supportif untuk membantu mereka menghadapi tahap terburuk dalam penyakit. Fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat menemukan obatnya belum menghentikan orang lain untuk mencoba menemukan obatnya sendiri.

Beberapa mengklaim bahwa minyak kelapa dan kandungan lauriknya dapat menghentikan COVID-19. Ada beberapa penelitian mengenai efek minyak kelapa pada Staphylococcus aureus, yang menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat menghambat pertumbuhan virus. Meskipun belum ada bukti hal ini bisa bekerja pada manusia.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya