Para hackers di seluruh dunia sepakat untuk tidak menyerang organisasi layanan kesehatan selama pandemic COVID-19 berlangsung. Keputusan ini disambut baik oleh sejumlah kalangan.
Ya, sejak merebaknya virus corona dan penyakit COVID-19, masyarakat sipil, selebriti, hingga pejabat dunia telah bersatu untuk menghentikan penyebaran virus ini.
Namun, beberapa waktu lalu, para penjahat di dunia maya (hackers), dilaporkan sempat membuat masyarakat resah. Mereka mengeksploitasi rasa takut masyarakat dengan menyebarkan malware.
Setelah menyadari kondisi dunia semakin memburuk, para hackers sepakat untuk tidak menyerang situs-situs penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit, hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka bahkan berjanji akan memberikan izin layanan kesehatan gratis kepada pasien yang membutuhkan.
Kabar menggembirakan ini pertama kali dilaporkan oleh Lawrence Abrams, pencipta BleepingComputer. Abrams dikabarkan telah menghubungi beberapa kelompok hackers paling produktif dan berbahaya di dunia.