Ternyata Dokter pun Tak Bisa Lepas dari Jebakan Hoax

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Selasa 03 Maret 2020 20:43 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

TINGKAT pendidikan nampaknya tidak membuat seseorang lolos dari berita-berita yang tidak benar yang beredar di media sosial. Bahkan, sekelas dokter pun bisa terjebak dengan narasi-narasi palsu yang ada di medsos.

Sebelumnya, dr. Jiemi Ardian, salah seorang Psikiater dari Siloam Hospital Bogor terpaksa melayangkan permintaan maaf, lantaran membagikan ulang sebuah foto di akun Twitternya. Video itu menampilkan seorang pria lansia sedang memborong mi instan.

Sayangnya, narasi yang ditampilkan oleh sang pengunggah dikaitkan dengan kekhawatiran masyarakat terhadap isu virus Korona yang tengah marak diperbincangkan.

Namun setelah foto itu viral di Twitter, seorang netizen yang mengaku sebagai anak dari pria di foto tersebut menyatakan keberatan. Dia menjelaskan bahwa narasi foto yang diambil di kawasan BSD itu tidak benar adanya.

"Saya anak dari bapak yang ada di foto itu. Perlu saya sampaikan, kalau ayah saya punya usaha grosir, dan kami setiap hari memang berbelanja si AEON Mall BSD City. Saya dan papa keberatan foto tersebut dijadikan konten hiburan. Apakah boleh dihapus? Saya rasa follower dr cukup banyak, dan itu membuat saya tidak nyaman. Terima kasih," tulisnya melalui direct message.

Melihat pernyataan tersebut, dr. Jiemi Ardian pun langsung melayangkan permohonan maafnya. Dia mengaku membagikan foto tersebut sebagai histeria akibat Korona.

"Hai teman teman, tadi kan saya retweet foto bapak bapak dengan banyak kardus Mie Instan. Saya dengan cerobohnya menganggap itu histeria akibat Korona, tapi ternyata itu bapak bapak yang sedang bekerja. Dengan ini saya minta maaf," tulisnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya