“Saya berpikir kalau buahnya saja mengandung asam, berarti pohonnya juga mengandung asam, hingga mencoba pohon kedongdong pagar yang tumbuh di Aceh banyak sekali” ujar Naufal
Pada Tahun 2014 lalu, pada usia 13 tahun, saat duduk di bangku kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTsN), Naufal melakukan percobaan terus menerus hingga akhirnya berhasil seperti sekarang. Kadang dia dibantu oleh orangtua, guru dan teman-temannya untuk melakukan eksperimen tersebut. Akhirnya percobaan yang dilakukan Naufal selama ini tidak sia-sia, dan terbuktilah bahwa buah kedondong ternyata juga bisa menghasilkan listrik.
“Jadi getah dalam pohon kedondong mengandung asam, dan asam itu dipertemukan dengan tembaga dan seng itu akan menghasilkan listrik dengan dua kutub yang berbeda” ujar Naufal
Sebelum ditemukan listrik dengan pohon kedondong ini, keadaan desa yang didiami Naufal itu selalu gelap gulita. Namun setelah penemuan itu berhasil, kini banyak warga yang dapat merasakan listrik gratis. Kurang lebih ada 40 desa yang menggunakan pembangkit listrik tenaga nabati untuk kehidupan sehari-harinya. Untuk satu rumahnya, dibutuhkan kurang lebih 10 pohon kedondong untuk dijadikan sebagai sumber dayanya
Warga lebih memilih beralih pada penemuan Naufal karena dianggap lebih mudah dan murah. Cukup hanya disiram dengan air dan diberi pupuk, maka listrik akan terus menyala. Yang perlu diperhatikan adalah masalah getahnya saja, jangan sampai kering soalnya itulah sumber asam yang dapat menghasilkan energi listrik.