BANYAK alasan beberapa orang lebih memilih tidak melakukan vaksin. Salah satunya, alasan bahan kimia tak seharusnya ada di dalam tubuh.
Padahal, vaksin diciptakan untuk membantu tubuh manusia lebih kuat terhadap paparan virus, bakteri, atau jamur yang sebabkan masalah kesehatan. Mereka yang memilih untuk antivaksin dianggap berisiko terpapar lebih mudah patogen jahat tersebut dan ini dialami seorang ibu di Colorado, Amerika Serikat.
Ia menolak melakukan vaksinasi anaknya yang masih berusia 4 tahun, dan yang terjadi berikutnya adalah si anak meninggal dunia akibat influenza. Influenza sendiri, telah menewaskan 30 ribu warga Amerika sepanjang 1 Oktober 2019 hingga 1 Februari 2020.
Dilansir Okezone dari New York Post, si ibu sebetulnya sudah diresepkan dokter obat-obatan dan merekomendasikan anaknya untuk divaksin Tamiflu. Namun, ibu ini tetap pada pendiriannya untuk tidak memberikan anaknya obat dan vaksin.
Ibu dengan tiga anak ini diketahui termasuk dari 178 ribu orang yang memutuskan untuk antivaksin. Data ini berdasar pada jumlah anggota dalam suatu group Facebook yang dinamakan 'Stop Mandatory Vaccination'.
Dijelaskan di sana bahwa si ibu mengetahui anaknya yang berusia 4 tahun memiliki gejala flu, tapi diagnosa belum keluar saat itu. Gejala yang dialami si anak ialah demam dan muncul kejang. Meski begitu, si ibu memilih untuk memberikan pengobatan alami yaitu dengan memberikan minyak pappermint, vitamin C, dan lavender.
Namun sayang, treatment yang diberikan tidak memberi dampak pada si anak. Demamnya masih tinggi dan si ibu mulai khawatir. Hingga akhirnya dia menyurahkan isi hatinya di group Facebook tersebut.