“Waktu masih dua kali (cuci darah) sering sakit, bolak-balik masuk ICU ada 5 kali, jalan sedikit sudah sesak napas. Dari situ dokter akhirnya memutuskan untuk 3 kali dan setelah itu jauh lebih enakkan,” ucap Thomas.
Selama menjalani cuci darah, Thomas menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Ia mengaku tidak kuat untuk menanggung biaya seorang diri apabila tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sekadar informasi, dirinya menjalani cuci darah di klinik hemodialisis Tipe D yang biaya sekali tindakan hampir Rp750 ribu, belum termasuk obat.
“Jujur saya berterima kasih kepada pemerintah karena sudah menyediakan layanan BPJS. Kalau sendiri enggak kuat,” kata Thomas.