Keenakan Tidur Lama, Waspadai Risiko Stroke di Kemudian Hari!

Mas Haidar, Jurnalis
Senin 16 Desember 2019 06:00 WIB
ilustrasi tidur. (Foto: Shutterstock)
Share :

KALAU sudah terlanjur enak tidur, Anda pasti tidak memikirkan dampak buruk kalau terlalu berlebihan. Waspadai risikonya di kemudian hari, Anda bisa terserang stroke.

Pada dasarnya tidur cukup sangat penting bagi kesehatan. Tidak hanya membuat kita lebih segar, tetapi menurunkan risiko obesitas, diabetes dan beberapa penyakit lainnya.

Dilansir Okezone dari Gulftoday (15/12/19), orang yang tidur sembilan jam lebih setiap malamnya, memiliki risiko 23 persen lebih tinggi untuk mengalami stroke. Berbeda dibandingkan orang yang tidur cuma 7 sampai 8 jam per malam.

Selain itu, orang-orang yang tidur siang lebih dari 90 menit, memiliki risiko 25 persen lebih tinggi mengalami stroke. Hasil studi ini dipublikasikan secara online di Neurology, jurnal medis dari Akademi Neurologi Amerika.

 

Penulis Studi Xiaomin Zhang dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Wuhan, China mengatakan, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana tidur siang yang panjang dan tidur lebih lama di malam hari, dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke.

"Tetapi studi sebelumnya telah menunjukkan, bahwa tidur yang belebihan memiliki perubahan yang tidak menguntungkan dalam kadar kolesterol mereka dan peningkatan lingkar pinggang. Keduanya menjadi salah satu faktor risiko stroke," kata Zhang.

Selain itu, tidur yang berlebihan menunjukkan gaya hidup tidak aktif secara keseluruhan. Ke depan hal itu menjadi salah satu peningkatan risiko stroke.

 

Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan berolahraga secara teratur dan menciptakan kamar tidur senyaman mungkin. Nantinya tidur jadi lebih enak dan berkualitas.

Para ahli juga merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi kafein dan alkohol menjelang waktu tidur. Waspadai risiko ini ya!

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya