Seorang bocah China berusia 15 tahun dilarikan ke rumah sakit pada Maret 2020 setelah pingsan di rumahnya yang terletak di kota Nannning. Bocah malang itu didiagnosis menderita stroke yang membuat lengan kirinya lumpuh.
Sebelum terserang stroke, bocah itu menghabiskan waktunya selama sebulan terakhir untuk bermain game. Ia bahkan hanya tidur dua jam dalam semalam. Siswa kelas 9 itu diketahui bernama Xiaobin.
Ia telah berada di rumahnya sejak Februari 2020 karena China memberlakulan status lockdown akibat pandemi Covid-19. Orang tuanya mengatakan kepada dokter bahwa dia menghabiskan sebagian besar waktu di kamarnya.
Melansir dari Oddity Central, Rabu (15/7/2020), Xiaobin beralasan mengambil kelas online, tapi sang orangtua mengetahui bahwa dia sebenarnya menghabiskan hari-harinya untuk bermain video game.

Menurut para ahli medis di Rumah Sakit Jiangbin, bermaim game terlalu lama menjadi penyebab utama stroke. Padahal penyakit ini tidak biasa menyerang pada anak. Alhasil penyakit yang dialami Xiaobin membuatnya lengan dan tangannya menjadi lumpuh.
“Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana. Saya melihat percakapan online-nya dengan teman-teman. Dia mengatakan dia tidak cukup istirahat dan tidur paling banyak dua jam sehari,” jelas ibu Xiaobin.