Jumlah penyandang miopia atau rabun jauh terus meningkat terutama di kalangan anak-anak. Berdasarkan data, 89-90 persen anak di Asia Timur mengalami miopia saat lulus SMA sehingga mengharuskan mereka memakai kacamata minus. Tujuannya untuk membantu fungsi penglihatan menjadi normal.
Pada orang-orang yang mengalami miopia, cahaya yang masuk tidak fokus di retina mata melainkan jatuh di depannya. Oleh karena itu penyandang miopia perlu menggunakan lensa minus yang dapat membiaskan cahaya hingga menyebar. Dengan begitu sistem optik mata menjadikan cahaya jatuh tepat di retina agar bisa melihat jelas.
Akan tetapi, beberapa orang dengan miopia enggan mengenakan kacamata untuk membantu penglihatannya. Begitu juga dengan sejumlah orangtua yang tidak menghendaki anaknya memakai kacamata karena takut minus mata bertambah.
Menurut dokter spesialis mata, Prof. dr Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM, PhD, persepsi kacamata menambah minus itu salah.
"Persepsi kacamata menambah minus mata itu bagi yang enggak ngerti. Pertambahan minus dengan penggunaan kacamata itu berbeda. Mesti dilihat dulu pertumbuhan anak-anak," ujar dr Tjahjono sewaktu dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Sabtu (23/11/2019).