Lebih lanjut, pria berusia 22 tahun itu menjelaskan, seluruh pegawai dan barista di Kedai Kopi Merapi dulunya merupakan 'anak-anak nakal' atau preman di daerah kayu gede.
Setelah muncul wacana pembangunan kedai kopi di objek wisata Oemah Bambu Merapi, sang pemilik kedai memutuskan untuk memberdayakan mereka sehingga memiliki pekerjaan yang layak. Untuk satu gelas kopi, Anda hanya perlu membayar Rp15 ribu.
"Sekarang jumlahnya 10 orang yang ikut mengelola, dan kami dulu itu dilatih oleh barista profesional asal Jogja yang punya Kopi Aksara di Lembah UGM," tutupnya.
(Utami Evi Riyani)