Pemilik mata minus dan silinder membutuhkan bantuan kacamata atau lensa kontak agar penglihatannya dapat berfungsi dengan baik. Akan tetapi, ada orang yang terkadang enggan menggunakan kacamata atau lensa kontak karena dianggap menganggu melakukan suatu kegiatan. Orang dalam kategori ini mungkin bisa mencoba alternatif penggunaan lensa orthokeratology.
Lensa orthokeratology adalah suatu tindakan mengoreksi mata minus dan silinder dengan cara menggunakan lensa kontak semi hard dan desain berbeda. Lensa ini dapat membuat seorang pemilik mata minus atau silinder bebas beraktivitas tanpa kaca mata atau lensa kontak sepanjang hari.
Selain itu, lensa yang sering disebut ortho-K tersebut juga dapat menghambat kenaikan minus mata.
"Kalau lensa kontak biasa materialnya lunak, tapi kalau lensa orthokeratology strukturnya kaku, memiliki desain khusus yaitu datar di bagian tengah dan mancung di bagian pinggir. Lensa ini dipakai sewaktu tidur sehingga tertekan oleh kelopak mata dan membuat terjadinya pendataran kornea," ujar ahli bedah dan refraktif mata, Dr. dr Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE di Jakarta.
Ditemui Okezone dalam diskusi media terkait lensa orthokeratology yang diadakan oleh RS Mata JEC, Rabu (13/11/2019), dr Tri menerangkan lensa ini membuat pemilik mata minus atau silinder seolah-olah dilasik.