Vox Populi, Vox Dei kalimat ini masih menggema di pikiran saya usai melakukan wawancara eksklusif dengan Titi Pudji Ambulaningsih. Bila diterjemahkan, istilah yang berasal dari bahasa Latin itu memiliki arti, 'Suara rakyat adalah suara Tuhan'. Pesan tersebut ia tujukan kepada ribuan mahasiswa Indonesia yang telah menyuarakan aspirasi rakyat sejak 23 September 2019 lalu. Sebagai seorang aktivis, Titi turut merasakan perjuangan berat mereka yang ikut unjuk rasa.
Hari Rabu 25 September 2019, ia pun memutuskan turun ke jalan untuk ikut memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia. Fotonya sedang ikut unjuk rasa sempat viral setelah dibagikan oleh sang buah hati di Twitter.
Banyak netizen yang memberikan pujian kepada Titi ketika melihat poster putih yang berada di genggamannya. Pesan pada poster tersebut menyiratkan makna mendalam sekaligus menggambarkan kondisi budaya patriarki di Indonesia.
"Berharap cucuku sudah terbebas dari sistem patriarki dan kasus-kasus kekerasan seksual," bunyi pesan pada poster itu.
Kepada Okezone, Titi menceritakan secara eksklusif awal ketertarikannya mengikuti aksi unjuk rasa yang ternyata sudah ia lakukan sejak masa orde baru. Memutar kembali kenangan 21 tahun silam, Titi memulai ceritanya.