Sementara itu, di kalangan perokok remaja usia 15 -19 tahun, prevalensinya naik dari 12,7% tahun 2001 menjadi 23,1% tahun 2016. Peningkatan prevalensi perokok dewasa atau lebih dari 15 tahun pun terjadi, dari 31,5% di 2001 Naik sebesar 33,8% di tahun 2018. Terutama peningkatan tersebut terjadi para perokok perempuan, kenaikannya mencapai 4% di tahun 2018.
Tak dapat dipungkiri, menurut Anung, jumlah perokok terus meningkat dari usia anak hingga usia produktif. Tapi tidak mudah buat seseorang untuk mengurangi konsumsi rokok dan langsung berhenti.