Mbah pun berhasil memeluk sosok wanita berbaju putih yang mengambang tersebut. Namun, perlahan-lahan kain putih yang membalut kuntilanak tersebut perlahan-lahan mengecil dan menghilang.
Setelah berhasil melakukan aksinya, Mbah Mijan pun mengatakan bahwa ia masih teringat akan bau sosok kuntilanak tersebut. Ia merasa ingin muntah setiap kali teringat akan aromanya. Menurutnya pengalaman memeluk kuntilanak adalah hal pertama yang dilakukannya.
Ia pun terkejut bukan main setelah mencium aroma kuntilanak yang berbau sengir. “Aku juga baru tahu kalau aroma tubuh kuntilanak itu sengir, seperti bau semut rang-rang. Kalau kalian pernah mencet semut rang-rang, ya seperti itu lah baunya,” tutur Mbah Mijan.
(Dinno Baskoro)