Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tak asing di kalangan mahasiswa Strata 1 (S1). Programnya selalu menyasar ke desa-desa terpencil demi mengabdi untuk masyarakat.
Selama KKN berlangsung, pasti seorang mahasiswa merasa dapat pengalaman baru. Selain bersosialisasi dengan masyarakatnya, sang mahasiswa juga harus beradaptasi dengan lingkungan.
Karenanya, segala adat budaya harus dihormati dan dipatuhi saat KKN berlangsung. Daripada harus mengalami karmanya atau malah diganggu hantu, karena berbuat sembarangan.
Beberapa mahasiswa yang KKN bisa mengalami hal mistis, termasuk salah satunya kisah viralnya KKN Desa Penari, yang membuat mahasiswa meninggal dunia. Atau berdasarkan kisah lainnya, yang dialami oleh Christanto Herlambang.
Salah satu Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura angkatan 2002 ini mengisahkan suka dukanya saat KKN. Dia berkesempatan selama dua minggu untuk membantu kegiatan masyarakat di Desa Pancetan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Madura.
Desa tersebut masih lumayan terpencil pada awal tahun 2000-an. Untuk menopang hidupnya, masyarakat setempat masih mengandalkan alam.
Mata pencaharian masyarakatnya masih suka bercocok tanam atau berdagang. Aktivitas keseharian mereka itu tak jauh di dalam desa. Mandi pun di sungai, begitu juga mencuci baju atau kegiatan lainnya.
"KKN 14 tahun lalu, sama kampus dikasih tugas dua minggu harus tinggal di desa. Kegiatannya kerja bakti bersih-bersih, mengajar ngaji, les privat, atau mengajar anak di sekolah terdekat. Pokoknya tugasnya dibagi-bagi," ucap Chris saat dihubungi Okezone, Kamis, 5 September 2019.
Menurutnya, suasana di desa itu bahkan sangat sepi dan jauh dari peradaban. Mengingat akses ke jalan raya agak jauh, bahkan ketika musim hujan, jalannya pun susah dilewati.
Kala itu banyak semak belukar yang menghiasi desa. Pemukiman warga pun tidak banyak, karena cuma penduduk asli yang tinggal di sana.
"Masyarakatnya rukun, sama kita yang KKN juga baik. Menyenangkan banget," tambah bapak dua anak itu.