Ada banyak hal ganjil yang dialami oleh Mawar dan teman-temannya. Salah satunya adalah paku-paku yang berserakan di lantai. Walaupun teman laki-lakinya sudah membuang paku-paku tersebut, anehnya keesokan harinya paku-paku itu kembali berserakan entah dari mana datangnya.
Pada suatu malam dirinya terbangun dari tidur, ternyata temannya yang bernama Icha juga terbangun, mereka pun bercakap-cakap dan sama-sama terbangun karena mendengar suara orang mencangkul.
"Rajin banget ya orang sini tengah malem gini masih macul (mencangkul-Red)," Kata Mawar kepada Icha.
Tanpa berpikir panjang mereka pun melanjutkan tidur kembali. Keesokan paginya mereka menceritakan hal tersebut kepada yang lain. Tetapi tak seorangpun mendengar suara cangkul itu kecuali Mawar dan Icha.
Karena dihantui rasa penasaran, mereka mengunjungi kebun, sumber suara cangkul itu terdengar. Ternyata kebun tersebut masih sangat berantakan, jadi mereka berpikir bahwa mustahil kalau semalam itu benar-benar ada orang yang mencangkul.
Ada suara kakek-kakek hingga tawa kuntilanak
Kejadian lainnya juga dialami Mawar ketika mendapat giliran tugas untuk mencuci piring. Ia menyetel musik dengan volume paling keras untuk mengusir rasa bosan. Tetapi Mawar beberapa kali mendengar ada suara kakek-kakek berdehem.
"Awalnya aku cuekin, tapi kakek-kakek itu terus ngomong 'ehem' aku udah coba nengok beberapa kali tetep nggak ada orang. Akhirnya aku lari ngibrit lah ke kamar," terangnya.
Beberapa hari sebelum KKN usai, kelompok Mawar diundang oleh kepala dusun untuk datang merayakan malam Maulid Nabi pada malam hari.