Menurut kepercayaan, tari ini melambangkan kesakralan, ritual pertemuan dua dunia, sekaligus sebagai rasa syukur atas karunia yang diberikan oleh sang Pencipta serta menjadi permohonan untuk tolak bala.
Ritual ini kental akan mistisnya karena dihiasi dengan sebuah meja kecil di mana terdapat boneka nini towok dan bunga-bunga, hiasan janur, tebu dan padi yang diletakkan di atasnya.
Nantinya benda-benda ini akan dijual kepada para penonton. Setiap benda pun memiliki makna tersendiri. Hiasan janur padi dan tebu melambangkan kesuburan, boneka nini towok juga melambangkan kesuburan.
(Utami Evi Riyani)