Pada tanggal 10 Asyuro pasukan Yazid berhasil melakukan pembantaian terhadap cucu-cucu Rasulullah SAW. Seluruh umat Islam pun berduka, karena pembantaian sadis itu.
Sejak itulah, orang Islam di seluruh dunia, bahkan masyarakat Jawa menjadikan bulan Suro sebagai Bulan Duka atau Bulan Belasungkawa. Jadi tidak ada kaitannya dengan Nyi Roro Kidul mengadakan pesta pernikahan.
"Itulah mengapa banyak orang Jawa tidak berani menikahkan anaknya di bulan Suro. Bukan karena Nyi Roro Kidul sedang melaksanakan pesta pernikahan, tapi karena sedang berada di bulan berduka," tegas Gus Muwafiq.
(Martin Bagya Kertiyasa)