Bahkan, jika barang pusaka tersebut tidak dirawat dan tidak dimandikan di malam satu suro, bisa akan terjadi malapetaka pada si pengurus. "Malah, kalau didiemin, suka nyerang balik," singkat Furi.
Dia menekankan, di malam satu suro, para spirit itu keluar dari 'sarangnya' dan mereka menanti 'sarang' yang lebih baik dengan ritual pemandian dan lainnya.
Karena bertepatan dengan Tahun Baru Islam, para spirit itu pun merayakan semacam 'tahun baruan'. Jadi, spirit itu pun berharap bisa memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)