Dia bahkan punya pandangan sendiri terkait dengan kembaran gaib tersebut. "Yang aku tahu, sedulur papat lima pancer itu saudara kita yang setia menjaga dan menemani kita saat kita mulai di kandungan sampai lahir. Nah, merekalah yang kadang membantu kita," terangnya dalam cuitan Twitter.
Raden melanjutkan, sebagai contohnya, dirinya mau makan atau memulai aktivitas, maka dia selalu akan mengucapkan sebuah kalimat dalam Bahasa Jawa yang bermaksud untuk sekadar berkomunikasi atau menyapa sedulur papat limo pancernya itu.
"Mamarti kakang kawah adi Ari Ari Getih puser sedulur papat limo pancer mangga dak sumanggaken dahar." Ini ucapan yang kerap diutarakan Raden sebelum makan. Setelah mengucap kalimat tersebut, dia melanjutkan dengan doa makan seperti biasa sesuai dengan ajaran agamanya.
Raden kemudian menegaskan, tapi itu semua kembali lagi tentang kepercayaan Anda kepada Tuhan dan semesta ini. Kembali ke pribadi masing-masing.
Okezone coba mengulik lebih jauh bagaimana kebiasaan ini menjadi hal lumrah bagi Raden. Lantas, apa yang biasa dia rasakan setelah mengucap kalimat tersebut? Lalu, ada cerita apa lagi di balik kebiasaan ini?