Perlukah Berteman dengan Orang yang Lakukan Body Shaming?

Dewi Kania, Jurnalis
Minggu 11 Agustus 2019 19:02 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

MUNGKIN Anda termasuk orang yang sering mendengar ejekan terhadap orang gemuk, seperti disebut gajah atau kerbau, yang tubuhnya besar. Atau melihat orang yang kurus disebut papan atau tripleks karena bentuknya tipis.

Saat ini memang marak orang menilai kepribadian seseorang dari bentuk fisiknya. Kalau tak bisa menjaga etika mulut, ejekan fisik atau dikenal dengan body shaming pasti akan terjadi.

Ketika seseorang mengalami body shaming, tak jarang perasaan langsung tersinggung. Bahkan bisa langsung timbul sakit hati sampai tidak mau memaafkan orang yang mengejeknya.

Melihat banyaknya orang yang terlibat dalam body shaming, Psikolog Meity Arianty mengatakan, ejekan fisik tersebut masuk ke dalam golongan bullying. Hal ini dianggap sebagai kekerasan dalam bentuk verbal.

"Walaupun bercanda saya selalu mengatakan ke remaja bahwa body shaming sama dengan bullying. Karena perilakunya menghina bentuk fisik oranf lain, yang tidak sesuai dengan standar ideal," tutur Mei saat dihubungi Okezone, Minggu (11/8/2019).

Dijelaskan lebih lanjut, ejekan fisik menurut Damanik (2018), merupakan penilaian individu akan tubuhnya yang memunculkan perasaan malu, karena penilaian dirinya dan orang lain terhadap bentuk tubuh ideal tidak sesuai dengan tubuhnya.

Body shaming, sering terjadi di kalangan teman sebaya. Sasarannya yakni penampilan fisik sebagai bahan ejekan oleh teman-temannya yang lain.

"Sejumlah penelitian terkait, telah dilakukan dan umumnya fokus ke citra diri. Semakin ideal tubuhnya, akan membuat individu lebih mudah menerima dirinya," bebernya.

Tapi yang lebih jahat saat ini Anda sering menjumpai body shaming di dunia maya, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Biasanya pelaku body shaming jauh lebih berani dan sering kali membuat korban stres dan merasa tidak berharga.

Sayangnya, pelaku tidak menyadari dampak yang terjadi ketika mengejek seseorang. Apa sih dampaknya yang fatal?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya