Penampilan seorang selebriti memang selalu diperhatian dan tidak semua memiliki kesempurnaan. Salah satunya adalah penyanyi muda, Muhammad Tulus yang pernah menjadi korban body shaming.
Tulus menjadi salah satu korban body shaming. Semasa kecilinya, dia pernah disebut 'gajah' oleh teman-temannya karena memiliki ukuran tubuh lebih besar dibanding yang lainnya.
Tapi dari situ, Tulus tidak menyerah. Dia menciptakan sebuah karya dalam sebuah lagu yang berjudul sama, yaitu Gajah. Tulus mulai kompromi dengan pengalaman tersebut dan membuat twist dari cerita itu. Ternyata dengan memanggil dirinya gajah, mereka mendoakan yang baik-baik untuk Tulus.
Seperti yang kita tahu, jika makna dalam lagu tersebut sangatlah dalam. Menceritakan seekor gajah adalah hewan yang tangguh dan penolong.
'Kau temanku, kau doakan aku, punya otak cerdas, aku harus sanggup. Bila jatuh, gajah lain membantu, tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku'
(Foto : Arif Julianto : Okezone)
Dalam lirik tersebut menjelaskan, Tulus sangat berterima kasih kepada teman-temannya yang dulu pernah membully-nya dengan sebutan 'gajah'. Bahwasannya, seekor gajah bisa bermanfaat untuk orang lain.
Di kehidupan sehari-hari body shaming sudah tidak aneh lagi. Baik sengaja atau tidak hal tersebut selalu dilakukan oleh kebanyakan masyarakat.
Menurut psikologi, Evelyn Suleeman dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi swasta mengatakan, jika body shaming mudah saja terjadi, khsususnya pada zaman media sosial seperti sekarang ini.
"Kalau zaman sekarang ini dimungkinkan. Media sosial itu memungkinkan bagi orang komentar apapun dan kapanpun. Terhadap siapa saja. Termasuk foto seseorang," katanya.
(Foto : Arif Julianto/Okezone)
Berkat pengalamannya yang pernah terkena body shaming, kini Tulus sukses menjadi penyanyi pria berprestasi. Bukan hanya lagu-lagunya yang mudah diresapu saat didengarkan. Tapi suara lembutnya pun dapat 'menghipnotis' banyaj orang.
(Helmi Ade Saputra)