"Mati listriknya 'kan lumayan lama, jadi tetap saja ada cair. ASIP yang cair itu tidak bisa digunakan, sebab anak juga tidur, enggak mau minum. Sedih makanya saya tuh," ucap Isty.
Ia sendiri tidak menghitung jumlah pasti kantung ASIP yang cair. Hal ini lantaran perasaannya sudah tidak karuan. Bahkan Isty menyuruh sang suami yang membuang kantung yang ASIP-nya mencair.
"Ngenes banget, mau enggak mau 'kan dibuang karena tidak boleh dibekukan lagi. Padahal meresnya (ASI) perjuangan. Semoga listrik enggak mati mati lagi, ada stok ASIP soalnya yang bikin khawatir," tandas Isty.
(Martin Bagya Kertiyasa)