“Merokok lebih bahaya karena dihisap dan karsinogennya yg masuk jauh lebih besar. Asap yang masuk ke dalam mulut akan mengalir ke sinus, tenggorokan, paru, bahkan lambung. Berbeda dengan polusi yang tidak dihirup secara konstan setiap hari, pasti akan lebih lama terbentuk kanker daripada orang yang sengaja merokok,” tuntasnya.
Dokter Agus Dwi juga mengatakan asap kendaraan bermotor sama seperti rokok yang hasil pembakarannya disebut dengan emisi. jadi bukan berarti polusi tidak berbahaya bagi kesehatan. Untuk mencegah terhisapnya udara ke dalam sistem pernapasan masyarakat bisa menggunakan masker yang berfungsi untuk memfiltrasi.
“Asap kendaraan bermotor sama seperti rokok yang disebut emisi. Emisi itu bisa berupa gas dan partikel. Namun perlu diingat, penyumbang polusi terbesar di outdoor memang polusi udara, namun asap rokok menyumbang polusi udara paling banyak di indoor,” tuntasnya.
(Dinno Baskoro)