SEIRING perkembangan zaman, salah satu brand sneakers asal China, Feiyue mulai memproduksi alas kaki untuk para Shaolin. Berbeda dengan sepatu pada umumnya, alas kaki yang satu ini diklaim ringan dan harganya murah.
Sejak 70 tahun yang lalu aksesoris bela diri telah menjadi sebuah gaya hidup yang harus dimiliki seseorang di China. Oleh sebab itu selama satu setengah tahun terakhir, seorang warga Beijing, Aj Donnelly bekerjasama dengan mitra bisnisnya, Nic Doering untuk membangun sebuah merek sneakers.
Sebagaimana dilansir dari South China Morning Post, Selasa (25/6/2019), kisah Donnelly dimulai saat ia bertemu Feiyue di Beijing. Ia menemukan sepatu itu ketika memulai pelatihan seni bela diri di Kuil Shaolin di Provinsi Henan pada 2015.
Sneakers itu merupakan bahan pokok para pemain seni bela diri di Olimpiade Beijing 2008. Bahan sepatu dibuat menggunakan karet daur ulang dari pabrik ban Shanghai Da Fu Rubber.
Nama Feiyue berasal dari bahasa China yang berarti melompat atau terbang. Pada 2016, Donnelly dan Doering meluncurkan sebuah perusahaan bernama Cultural Keys untuk membantu siswa asing belajar tentang budaya tradisional Tiongkok.
Pengenalan budaya tradisional Tionglok itu termasuk program seni bela diri yang dilakukan dalam kemitraan dengan Kuil Shaolin dan sepatu Feiyue. Feiyue mendukung pakaian pelatihan yang digunakan para siswa.
"Semua siswa yang bersama kami berkata, ‘Wow, sepatu ini sangat keren, mereka sangat trendi, di mana kita bisa mendapatkan lebih banyak? “ tutur Donnelly.
Setelah mengetahui bahwa beberapa toko pakaian olahraga di Beijing benar-benar menjual Feiyue, Donnelly menghubungi Da Fu. Mereka ingin menentukan apakah bisa menjual kembali alas kaki tersebut pada pusat budaya mereka di Beijing. (hel)
(Helmi Ade Saputra)